Jumat, 26 Januari 2018
macam macam saron
Istilah umum untuk instrumen - instrumen berbentuk bilahan dengan enam atau tujuh bilah (satu oktaf atau satu oktaf dan satu nada) ditumpangkan pada bingkai kayu yang juga berfungsi sebagai resonator.
Instrumen mi ditabuh dengan tabuh dibuat dari kayu atau tanduk (yang akhir ini untuk peking).
Menurut ukuran dan fungsinya, terdapat tiga jenis saran:
- demung,
- saron barung, dan
- saron panerus atau peking.
Instrumen mi ditabuh dengan tabuh dibuat dari kayu atau tanduk (yang akhir ini untuk peking).
Menurut ukuran dan fungsinya, terdapat tiga jenis saran:
- demung,
- saron barung, dan
- saron panerus atau peking.
DEMUNG
Saron berukuran besar dan beroktaf tengah.
Demung memainkan balungan gendhing dalam wilayahnya yang terbatas.
Pada teknik pinjalan, dua demung dan slenthem membentuk lagu jalin-menjalin.
Umumnya, satu perangkat gamelan mempunyai satu atau dua demung.
Tetapi ada gamelan di kraton yang mempunyai lebih dari dua demung.
Saron berukuran besar dan beroktaf tengah.
Demung memainkan balungan gendhing dalam wilayahnya yang terbatas.
Pada teknik pinjalan, dua demung dan slenthem membentuk lagu jalin-menjalin.
Umumnya, satu perangkat gamelan mempunyai satu atau dua demung.
Tetapi ada gamelan di kraton yang mempunyai lebih dari dua demung.
SARON BARUNG
Saron berukuran sedang dan beroktaf tinggi.
Seperti demung, saron barung memainkan balungan dalam wilayahnya yang terbatas.
Pada teknik tabuhan imbal-imbalan, dua saron barung memainkan lagu jalin menjalin yang bertempo cepat. Seperangkat gamelan mempunyai satu atau dua saran barung, tetapi ada gamelan yang mempunyai lebih dan dua saron barung.
Suatu perangkat gamelan bisa mempunyai saron wayangan yang berbilah sembilan. Sebagaimana namanya menunjukkan, saron ini dimainkan khususnya untuk ansambel mengiringi pertunjukan wayang.
Saron berukuran sedang dan beroktaf tinggi.
Seperti demung, saron barung memainkan balungan dalam wilayahnya yang terbatas.
Pada teknik tabuhan imbal-imbalan, dua saron barung memainkan lagu jalin menjalin yang bertempo cepat. Seperangkat gamelan mempunyai satu atau dua saran barung, tetapi ada gamelan yang mempunyai lebih dan dua saron barung.
Suatu perangkat gamelan bisa mempunyai saron wayangan yang berbilah sembilan. Sebagaimana namanya menunjukkan, saron ini dimainkan khususnya untuk ansambel mengiringi pertunjukan wayang.
SARON PANERUS (PEKING)
Saron yang paling kecil dan beroktaf paling tinggi.
Saron panerus atau peking ini memainkan tabuhan rangkap dua atau rangkap empat lagu balungan.
Lagu peking juga berusaha menguraikan lagu balungan dalam konteks lagu gendhing.
Saron yang paling kecil dan beroktaf paling tinggi.
Saron panerus atau peking ini memainkan tabuhan rangkap dua atau rangkap empat lagu balungan.
Lagu peking juga berusaha menguraikan lagu balungan dalam konteks lagu gendhing.
sejarah gamelan
Apa itu Gamelan Jawa?
Kata ‘gamel’ dalam Bahasa Jawa artinya memukul atau menabuh. Sedangkan akhiran ‘an’ berfungsi membentuk kata benda. Sehingga makna gamelan adalah seperangkat alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul atau ditabuh.
Alat-alat musik gamelan didominasi material kayu dan gangsa, atau sejenis logam campuran timah dan tembaga. Instrumen pengiring gamelan antara lain kendang, bonang, panerus, gender dan gambang. Juga ada suling, siter, clempung, slenthem, demung dan saron. Selain tentu saja gong, kenong, kethuk, japan, kempyang, kempul dan peking.
Sejarah Gamelan Jawa
Seawal-awalnya, relief gamelan nampak pada dinding Candi Borobudur yang dibangun pada abad kesembilan. Relief tersebut menampilkan sejumlah alat musik, termasuk kendang, suling bambu, kecapi, dawai dan lonceng. Pada masa Hindu-Buddha, gamelan diperkenalkan kepada masyarakat Jawa dan berkembang di Kerajaan Majapahit.
Secara tradisional sendiri masyarakat Jawa meyakini bahwa gamelan diciptakan oleh Sang Hyang Guru Era Saka. Dewa penguasa seluruh Tanah Jawa dengan istananya yang berada di Gunung Mahendra (sekarang Gunung Lawu), daerah Medang Kamulan. Olehnya alat musik yang pertama diciptakan adalah gong, yang ketika itu digunakan untuk memanggil para dewa.
Kemudian alat-alat musik pengiring ikut diciptakan juga, untuk menyampaikan pesan yang sifatnya khusus. Hingga kemudian terbentuklah gamelan dalam wujud seperangkat komplit.
Gamelan Jawa berkembang pesat pada jaman Majapahit. Bahkan menyebar ke berbagai daerah seperti Bali dan Sunda.
Namun gamelan Jawa Tengah berbeda dengan gamelan Bali, berbeda juga dengan gamelan Sunda. Gamelan Jawa terbilang memiliki nada yang lebih lembut. Gamelan Bali cenderung rancak dan gamelan Sunda terdengar mendayu dengan dominasi seruling.
Perkembangan Gamelan Jawa
Gamelan Jawa umumnya dipakai untuk mengiringi pagelaran wayang dan pertunjukan tari. Sampai kemudian berkembang sedemikian rupa, hingga mampu berdiri sebagai pertunjukan musik tersendiri. Lengkap dengan iringan suara para sinden.
Manakala berlangsung acara resmi di keraton, misalnya, gamelan diperdengarkan sebagai alunan musik pengiring. Utamanya bila salah satu anggota keraton melangsungkan upacara perkawinan khas Jawa. Sampai hari ini pun masyarakat Jawa masih menggunakan gamelan sebagai pengiring acara resepsi pernikahan.
Jumat, 19 Januari 2018
MENGENAL GAMELAN
MENGENAL MACAM-MACAM INSTRUMEN GAMELAN JAWA SECARA LENGKAP
Assalamualaikum wr. wb.
di sini saya akan melanjutkan blog saya tentang gamelan .
BONANG
Instrumen yang pertama dan turut melengkapi seperangkat alat Gamelan adalah Bonang. Mungkin kebanyakan dari kita sudah sering mendengar tapi belum mengetahui seperti apa bentuknya dan bagaimana bunyi yang dihasilkan. Jadi Bonang ini terdiri dari 10-14 gong kecil yang berjajar secara horizontal dan tersusun menjadi 2 deretan, kemudian jajaran Gong kecil tadi diletakkan dan direntangkan pada sebuah tali yang terikat di sebuah bingkai kayu sebagai penyangga utama.

Sumer : semuatentangprovinsi.blogspot.com
Seseorang yang memainkan Bonang nanti akan duduk di tengah alat musik dengan memegang 2 buah tabuh berbentuk tongkat dengan ukuran yang tidak terlalu panjang.
Menurut nada yang dihasilkan, ukuran dan fungsinya, alat musik Bonang bisa dibedakan menjadi 3 macam yaitu :
BONANG BARUNG
Untuk jenis Bonang yang pertama ini memiliki ukuran yang tidak terlalu besar dengan cakupan oktaf menengah sampai dengan tinggi. Selain itu Bonang jenis ini juga biasa dimainkan sebagai instrumen pembuka karena nada yang dihasilkan bisa menjadi penuntun alat musik yang lainnya.
BONANG PENERUS
Bonang jenis ini memiliki ukuran paling kecil dengan jangkauan oktaf yang sangat tinggi. Bahkan untuk jenis tabuhan pipilan, Bonang ini dimainkan lebih cepat dua kali lipat daripada Bonang Barung. Namun dalam instrumen Gamelan, Bonang Penerus bukan difungsikan sebagai lagu penuntun karena kecepatan dan nada yang dihasilkan terlalu tinggi.
GAMBANG
Gamang merupakan salah satu instrumen dari Gamelan yang biasanya terdapat pada sebuah orkes Gambang Rancang dan Gambang Kromong. Jadi gambang ini mempunyai 18 buah bilah kayu yang di tata sejajar pada sebuah resonator berbentuk menyerupai perahu. Sementara di masing-masing ujung resonator biasanya dibuat meruncing menyerupai piramid.

Sumber : www.europeana.eu
Pada umumnya alat musik Gambang dibuat dengan jumlah bilah kayu sebanyak 17 hingga 21 dalam satu resonator. Adapun tangga nada yang dihasilkan tiap bilah kayu pun berbeda-beda, namun tangga nada tersebut mencakup nada mayor dan minor.
Untuk memainkan alat musik Gamelan biasanya menggunakan dua buah alat pemukul, yang satu dipegang oleh tangan kiri dan satunya lagi dipegang tangan kanan. Jadi bentuk penabuh dari Gambang ini bulat di bagian ujungnya dan dibalut dengan karet atau bisa juga kain, sementara batang penabuhnya berbentuk bulat panjang seperti halnya tongkat kecil.
Sedangkan untuk bilah kayu pada Gambang umumnya terbuat dari kayu besi atau kayu jati dengan ciri-ciri untuk nada tertinggi bentuk bilangnya panjang dan lebar sementara untuk nada rendah bentuknya pendek, tebal dan lebih sempit ukurannya.
Sedangkan untuk bilah kayu pada Gambang umumnya terbuat dari kayu besi atau kayu jati dengan ciri-ciri untuk nada tertinggi bentuk bilangnya panjang dan lebar sementara untuk nada rendah bentuknya pendek, tebal dan lebih sempit ukurannya.
GENDER
Gender merupakan salah satu dari perangkat Gamelan yang terbuat dari logam dan biasa dimainkan dengan cara dipukul. Jadi gambaran bentuk dari alat musik Gender ini memiliki beberapa bilah-bilah metal yang disejajarkan pada sebuah tali dan di ikat ke sebuah resonator.

Sumber : www.pinterest.com
Adapun Gender sendiri terbagi menjadi dua macam jenisnya yaitu :
GENDER BARUNG
Gender jenis ini mempunyai ukuran yang cukup besar dan memiliki tingkat oktaf dari yang rendah sampai menengah. Selain alat musik Bonang, instrumen Gender Barung juga kerap dipadukan sebagai instrumen pembuka untuk mengiringi pola lagu yang tetap (Ajeg).
GENDER PENERUS
Apabila Gender Barung berukuran besar, berbeda halnya dengan jenis Gender Penerus. Instrumen ini berukuran lebih kecil namun mempunyai cakupan oktaf mulai dari menengah sampai dengan tinggi. Walaupun untuk jenis Gender yang satu ini bukan merupakan perangkat yang wajib dalam sebuah pementasan Gamelan namun kehadirannya tentu akan memperkaya rasa dari suara yang dihasilkan oleh seperangkat Gamelan Jawa.
KEMPUL

Sumber : id.wikipedia.org
Sebenarnya instrumen ini sangat mirip dengan Gong, bahkan penempatan Kempul saat pementasan sebuah Gamelan pun digantung menjadi satu, hanya saja yang membedakan adalah dari segi ukurannya yang lebih kecil.
Dari segi fungsi, alat musik Kempul biasa digunakan dan dimainkan untuk memberikan aksen penting pada lagu-lagu Gendhing.
Dari segi fungsi, alat musik Kempul biasa digunakan dan dimainkan untuk memberikan aksen penting pada lagu-lagu Gendhing.
KENDANG

Sumber : id.wikipedia.org
Kendang atau yang juga disebut dengan Gendang ini merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara di pukul dan mempunyai fungsi untuk mengatur irama lagu. Jadi Kendang ini bisa dimainkan dengan menggunakan alat pemukul ataupun dengan tangan secara langsung. Bahkan hampir di seluruh wilayah tanah Jawa memiliki Kendang dengan kekhasannya sendiri-sendiri.
JENIS-JENIS KENDANG
- Kendang dengan ukuran kecil disebut ketipung
- Kendang dengan ukuran sedang disebut kebar atau ciblon
- Kendang Gede atau biasa disebut kendang kalih
Kendang yang memiliki kualitas dan nada yang bagus umumnya berbahankan kayu cempedak atau kayu nangka, sementara di bagian sisinya bisa menggunakan kulit kerbau ataupun kulit kambing. Namun kedua kulit tersebut bisa menghasilkan nada yang berbeda, misalnya untuk kulit kambing biasanya akan menghasilkan ketukan nada tinggi, sementara kulit kerbau ketukannya menghasilkan nada rendah. Jadi pemilihan bahan kulit yang dilakukan biasanya disesuaikan dengan kebutuhan.
KENONG
Sebagai salah satu instrumen yang termasuk dalam macam-macam Gamelan. Kenong ini dapat dimainkan dengan cara dipukul menggunakan pemukul khusus. Jadi instrumen ini akan berperan sebagai pengisi harmoni atau akor dalam pertunjukan sebuah gamelan dan juga bisa digunakan untuk mengasan suatu irama dan menjadi penentu batas gatra.

Sumber : Google.com
Selain itu Kenong juga termasuk instrumen berpencu, hanya saja ukurannya sedikit lebih besar dari Bonang dan dalam satu setnya kenong ini terdiri sekitar 10 buah. Biasanya pemukul untuk memainkan alat ini terbuat dari kayu yang dililiti kain di bagian ujungnya.
GONG
Secara umum, apabila kita mendengar nama Gong maka kita akan langsung mengingat sebuah alat musik yang terbuat dari logam kuningan dengan bentuknya yang bundar besar. Fungsi daripada instrumen musik yang satu ini sebenarnya sebagai pembuka sekaligus penutup suatu kesenian.

Sumber : festivalteaterslta22.wordpress.com
Biasanya alat musik Gong ini digantung atau bisa juga diletakkan berjajar di tikar ataupun rak. Namun ada pula jenis Gong yang bisa dimainkan sambil menari atau berjalan yang disebut dengan Gong genggam. Ukurannya memang lebih kecil dari Gong pada umumnya, namun nada yang dihasilkan dikhususkan untuk nada rendah saja.
Gong sendiri masih bisa dibedakan menjadi 2 yaitu :
Gong sendiri masih bisa dibedakan menjadi 2 yaitu :
GONG SUKUWAN
Gong jenis ini berukuran sedang dan biasanya di gantung berjajar dalam satu set gong lainnya. Untuk nada yang dihasilkan memiliki struktur pendek. Adapun Gong ini dimainkan sebagai tanda akhiran sebuah Gendhing.
GONG AGENG
Gong yang digunakan sebagai permulaan dalam sebuah gending ini memiliki ukuran yang lebih besar jika dibandingkan dengan Gong Sukuwan.
KETHUK KEMPYANG
Jadi Kethuk Kempyang ini merupakan dua alat musik yang dari segi bentuk tidak berbeda jauh dari Kenong dan Bonang, hal ini dikarenakan sejarah Gamelan Jawa yang menyebar di pulau Jawa masih memiliki keterkaitan yang kuat, hanya saja untuk Kethuk bentuknya lebih kecil dari Kenong namun lebih tinggi sementara Kempyang lebih melebar dan besar. Namun keduanya sama-sama memiliki tonjolan bulat di tengahnya dan jika dipukul akan menghasilkan pola yang menjalin-jalin.

Sumber : Google.com
Kedua instrumen ini penempatannya diletakkan di sebuah wadah bingkai kayu dan disangga oleh tali yang terikat dan dibentangkan secara kuat.
.
SARON
Saron atau yang juga biasa disebut dengan ricik ini adalah salah satu dari seperangkat alat Gamelan Jawa. Instrumen ini termasuk dalam keluarga balungan yang mana biasanya dalam sebuah set Gamelan kita bisa menjumpai 4 buah saron.

Sumber : Google.com
Kesemua Saron yang ada biasanya memiliki versi nada slendro dan pelog. Jadi bunyi yang dihasilkan 1 oktaf lebih tinggi jika dibandingkan dengan instrumen Demung, namun untuk bentuknya terlihat lebih kecil.
Adapun cara memainkan Saron memang diperlukannya alat penabuh yang terbuat dari kayu atau palu. Saron dimainkan dan ditabuh menyesuaikan nada yang ada serta dimainkan secara bergantian antara Saron satu dengan Saron yang lainnya untuk mendapatkan nada yang selaras.
Instrumen Saron sendiri dibagi menjadi 3 varian, di antaranya adalah :
- Sarong Barung – Saron ini memiliki ciri khas ukurannya yang sedang dengan nada oktaf yang dihasilkan pun lebih tinggi. Biasanya untuk memainkan sebuah pertunjukan wayang umumnya memerlukan Saron Barung yang mana jumlah bilahnya ada sembilan.
- Saron Demung – Alat ini berukuran lebih besar dengan jangkauan oktaf nada di tengah. Rata-rata untuk mengiringi sebuah Gendingan Jawa memerlukan satu hingga 2 buah Saron Demung sehingga hasil nada yang dihasilkan lebih bagus.
- Saron Peking – Instrumen yang juga disebut Saron Penerus ini nada oktafnya tinggi namun ukurannya sangat kecil. Saron jenis ini juga biasa digunakan sebagai alat musik pelengkap saat menampilkan lagu-lagu balungan.
SLENTHEM
Jenis alat musik ini terbuat dari bahan logam yang berbentuk pipih tipis dan di ikat menggunakan tali yang direntangkan pada sebuah tabung atau wadah khusus untuk menghasilkan sebuah nada rendah untuk mengikuti nada yang dihasilkan dari Saron, Balungan dan Ricik saat dipukul.

Sumber : picssr.com
Seperti perangkat Gamelan lainnya, Slenthem ini juga mempunyai versi pelog dan slendro yang mana cakupan nada yang dihasilkan mulai dari nada C sampai dengan B.











Rebab adalah instrumen (